Jumat, 28 Januari 2011

Antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia

Keterangan : *ID*=Bahasa Indonesia..*MY*=Bahasa Malaysia



*ID* : Kementerian Agama,


*MY* : Kementerian Tak Berdosa (heloo \=D/?!!)​

​*ID* : Angkatan Darat,

*MY* : Laskar Hentak-Hentak Bumi (ga asik bgt ya :s)



*ID* : Angkatan Udara,

*MY* : Laskar Angin-Angin (untung ga laskar pelangi =D)​

​*ID* : Pasukaaan bubar jalan !!

*MY* : Pasukaaan cerai berai !!





*ID* : Merayap

*MY* : Bersetubuh dengan bumi

(wow hebat8-
)

​*ID* : Rumah sakit bersalin,

*MY* : Hospital korban lelaki

(asli NGAKAK tp bener sih =)))

​*ID* : Belok kiri, belok kanan,

*MY* : Pusing kiri, pusing kanan (minum bodrex makanya:
)​

​*ID* : Departemen Pertanian

*MY* : Departemen Cucuk Tanam (yuuk mariii :p)​

*ID* : Gratis bicara 30 menit,

*MY* : Percuma berbual 30 minit(suka2 gw dong :/)



*ID* : Satpam/sekuriti,

*MY* : Penunggu Maling

(ngarep banget dimalingin ya ampe ditungguin =)))​



*ID* : Tank

*MY* : Kereta Kebal

(lo kira dari banten kale ahh..\=D/)​



*ID* : Kedatangan,

*MY* : Ketibaan (aneh..:/)

​*ID* : Rumah sakit jiwa,

*MY* : Gubuk gila

​(udh gubuk, gila lagi.. Kasian bgd deh..X_X)

​*ID* : Dokter ahli jiwa,

*MY* : Dokter gila

(ada ya yg mw disebut dokter gila ?Wkwkwk..​:O)

​*ID* : Hantu pocong,

*MY* : Hantu Bungkus

(pesen atu dong bang, dibungkus \=D/)​

​*ID* : Toilet,

*MY*: Kamar Merenung

(ampun deh..sekalian ~o)aja..)

​*ID* : Traktor,

*MY* : Setrika Bumi.

​(segede apaan yak strikanya?*nerd*)

*ID* : Joystick,

*MY* : Batang senang

(maksud lo? batang Happy?=)))​

​*ID* : Tidur siang,

*MY* : Petang telentang

(brarti klo tidur malem “gelap tengkurep” B))​‎​

Salah Tafsir!!!!

ORANG JAWA memuji menantu perempuannya yang SUNDA di depan orang tuanya..
MERTUA JAWA : "Mantuku sregep,
opo wae digawe dewe,
 nyuci dewe,
masak dewe,
 nyapu dewe,
setrika dewe..
"Sepulang dari rumah besan, si Ibu Sunda lsg marah-marah,
"Karunyaa anak urang disiksa wae ku salaki'na,
nyuci diewe,
 masak diewe,
 keur nyapu diewe,
eta keur nyetrika diewe oge...
meuni teu boga hatee...,
 teu aya istirahat 'na di ewe wae, Geloo!!!!..
 matak dower atuh:/

Pemerkosaan Visual

Ketika anda masuk ke toilet umum, kamar hotel, fitting room, resto, salon, spa dll, kebanyakan dari anda yakin bahwa cermin yang menggantung di dinding kelihatannya seperti cermin biasa... Tapi sesungguhnya apa itu memang benar-benar cermin BIASA, atau itu cermin 2 ARAH (orang di belakang cermin itu bisa melihat anda, dan anda tidak dapat melihat mereka), seperti cermin pada ruang interogasi kantor polisi yang sering kita saksikan di film.




Banyak kasus dimana orang iseng memasang cermin 2 ARAH di dalam ruang ganti pakaian wanita atau di toilet wanita, terkadang ini ulah nakal OKNUM disitu tanpa sepengetahuan pemilik toko/resto/hotel/salon/spa.



Sangat sulit mengidentifikasi permukaannya hanya dengan melihatnya saja. Bagaimana menentukan dengan pasti apakah cermin itu adalah cermin BIASA atau cermin 2 ARAH..??



LAKUKAN TEST SEDERHANA or TEST KUKU JARI... Caranya, letakkan ujung kuku anda di atas permukaan cermin :



—► Jika ADA jarak (gap) antara kuku dan bayangan kuku anda di cermin... bisa dikatakan itu adalah cermin BIASA... Aman!



—► Jika TIDAK ADA jarak (gap), artinya kuku anda langsung menyentuh bayangan kuku anda di cermin… itu adalah cermin 2 ARAH... Tinggalkan ruang itu!



Ini cara sederhana tapi efektif, anda bisa menyelamatkan diri, anak gadis anda, teman wanita anda dari "perkosaan visual".



Banyak wanita tidak menyadari telah menjadi korban, ingat kasus beberapa tahun lalu sekelompok artis direkam aktivitasnya di sebuah toilet studio photo.



Meski anda bukan artis, hal ini tetap dapat menjadi alat PEMERASAN dll, teknologi sekarang memudahkan mereka beraksi merekam aktivitas pribadi anda di toilet... dengan HP seharga 500 ribu...!!! Bayangkan kalau itu di-upload di internet via Facebook, Twitter dll.



Ingatlah selalu... setiap kali anda melihat cermin di tempat umum tadi... lakukan TEST KUKU JARI...!!!

Mau Tahu No PiN BB nya para pesohor?

Pin : 22D2F3BB ( Justin Bieber )


Pin : 228D8205 ( Lady Gaga )

Pin : 224D78F3 ( Daniel Radcliffe )

Pin : 21E2C4BD ( Pamela Anderson )

Pin : 22D60EB1 ( Brad Pitt )

Pin : 21B3973C ( Robert Pattinson )

Pin : 22DD0D0A ( Liam Gallagher )

Pin : 22AFDC96 ( Megan Fox )

Pin : 2285CD3D ( ZappazoneS )

Pin : 218872C0 ( Emma Watson )

Pin : 2584AAA9 ( Kim Kardashians )

Pin : 21DAA48E ( Noel Galagher )

Pin : 22A6310B ( Cameron Diaz )

Pin : 2329CAAE ( Mariah Carey )

Pin : 2126ECB4 ( Bruce Willis )

Pin : 21D987AA ( Kristen Stewart )

Pin : 226EACEE ( Kobe Bryant )

Pin : 2570BEE5 ( Taylor Swift )

pin :23664C93 ( gayus tambunan )

Pin : 22602082 ( TomCruise )

Pin : 2219A78E ( Vanessa Hudgens )

Pin : 214B2F77 ( Michael Jordan )

Pin : 211060DE ( 50 Cent )

Pin : 2344D3B1 ( Cheryl Cole )

Pin : 223DB938 ( Stephen Hawkins )

Pin : 2266DF0E ( Britney Spears )

Pin : 239836C4 ( Rio Ferdinand )

Pin : 2171113D ( Cristiano Ronaldo )

Pin : 2398A6EC ( Jessica Alba )

Pin : 22B31FBB ( Jesica simpson )

Pin : 21DD39E7 ( Angelina Jolie )

Pin : 3134BB86 ( Sean Kingston )

Pin : 32161AF3 ( Nicolas Cage )

Pin : 229B22D8 ( Alica Keys )

Pin : 31722B6C ( Aaliyah )

Pin : 21F3D7AD ( Irfan fachrozi )

Pin : 224915E5 ( michael jackson )

Pin : 21C39104 ( Annasophia Robb )

pin : 2262AD21 ( Billy Ray Cyrus )

pin : 225AF76E ( maria ozawa) alvian=))

Pin : 21B50F69( justin bieber)B) wkwk

Pin : 224DA792 ( Emma Watson )

Pin : 2309A302 (taylor swift)

Pin : 23931fda (johnny knoxville)

Pin : 229DFACD (Irfan Bachdim)

pin: 2232665b (pixie lott)

pin:2311b4ee (hayden panettiere)

Pin: 21f73c88 (katy perry)

Pin: 227A9059 (Miley cyrus)

Pin: 251D3EC3 (Julia Perez) <3<3

pin:21b3f772. (Justin bieber) B)

Pin:273BE793 ( skandar keynes )

pin:215758cc (sule)

Pin:21DAA6E8 (Demi Lovato

Selasa, 09 November 2010

Stainless Steel Tidak Berkarat?

Stainless steel dapat bertahan dari serangan karat berkat interaksi bahan-bahan campurannya dengan alam. Stainless steel terdiri dari besi, krom, mangan, silikon, karbon dan seringkali nikel and molibdenum dalam jumlah yang cukup banyak.




Elemen-elemen ini bereaksi dengan oksigen yang ada di air dan udara membentuk sebuah lapisan yang sangat tipis dan stabil yang mengandung produk dari proses karat/korosi yaitu metal oksida dan hidroksida. Krom, bereaksi dengan oksigen, memegang peranan penting dalam pembentukan lapisan korosi ini. Pada kenyataannya, semua stainless steel mengandung paling sedikit 10% krom.

General Characteristics of Stainless 403


This straight chromium stainless steel offers reasonable corrosion resistance and high mechanical characteristics. AISI403 offers heat resistance and a scaling temperature of about 1300°F (704°C).



Chemical Composition of Stainless 403

Carbon 0.15 max

Manganese 1.00 max

Phosphorus 0.040 max

Sulfur 0.030 max

Silicon 0.50 max

Chromium 11.5-13.5

Iron balance

Heat Treatment of Stainless 403

Anneal by heating to 1350° to 1450°F (732° to 78°C), then air cool

To enhance softness, hold at 1450° to 1550°F (788° to 843°C), then furnace cool

Annealing reduces machinability

Harden by quenching from 1750° to 1850°F (954° to 1010°C) in air or oil, then draw between 800° and 1100°F (427° and 593°C)

Applications of Stainless 403

Furnace components

Ladles used in molten nonferrous applications

Stirring rods

Machinability of Stainless 403

200-240 Brinell hardness or cold-drawn condition recommended

Use chip curler cutting tools when turning

Grind slight flat on cutting lip face when drilling

Highly concentrated sulfur oil

Turn: 40-80 sfpm

Mill: 35-70

Broach: 8-15

Ream: 20-60

Drill: 30-60

Workability of Stainless 403

May be cold worked

Easily drop or hammer forged

Preheat 2x as long as carbon steel

Preheat to 1400° to 1450°F (760° to 788°C), then rapid heat to 2050° to 2150°F (1121° to 1177°C)

Reheat once temperature drops to 1450° to 1600°F (788° to 871°C)

Bury in dry lime or ash to slow cool



Keberadaan lapisan korosi yang tipis ini mencegah proses korosi berikutnya dengan berlaku sebagai tembok yang menghalangi oksigen dan air bersentuhan dengan permukaan logam. Hanya beberapa lapisan atom saja cukup untuk mengurangi kecepatan proses karat selambat mungkin karena lapisan korosi tersebut terbentuk dengan sangat rapat. Lapisan korosi ini lebih tipis dari panjang gelombang cahaya sehingga tidak mungkin untuk melihatnya tanpa bantuan instrumen moderen.



Besi biasa, berbeda dengan stainless steel, permukaannya tidak dilindungi apapun sehingga mudah bereaksi dengan oksigen dan membentuk lapisan Fe2O3 atau hidroksida yang terus menerus bertambah seiring dengan berjalannya waktu. Lapisan korosi ini makin lama makin menebal dan kita kenal sebagai ‘karat’.



Stainless steel, dapat bertahan ‘stainless’ atau ‘tidak bernoda’ justru karena dilindungi oleh lapisan karat dalam skala atomik. (SI)



Diterjemahkan dan disadur bebas dari: Scientific American’s ASK THE EXPERT

Senin, 01 November 2010

KALIBRASI ALAT UKUR

Pengertian Kalibrasi


Ditulis oleh Administrator

Wednesday, 03 September 2008



Pengertian kalibrasi menurut ISO/IEC Guide 17025:2005 dan Vocabulary of International Metrology (VIM) adalah serangkaian kegiatan yang membentuk hubungan antara nilai yang ditunjukkan oleh instrumen ukur atau sistem pengukuran, atau nilai yang diwakili oleh bahan ukur, dengan nilai-nilai yang sudah diketahui yang berkaitan dari besaran yang diukur dalam kondisi tertentu. Dengan kata lain, kalibrasi adalah kegiatan untuk menentukan kebenaran konvensional nilai penunjukkan alat ukur dan bahan ukur dengan cara membandingkan terhadap standar ukur yang mamputelusur (traceable) ke standar nasional untuk satuan ukuran dan/atau internasional.





Tujuan kalibrasi adalah untuk mencapai ketertelusuran pengukuran. Hasil pengukuran dapat dikaitkan/ditelusur sampai ke standar yang lebih tinggi/teliti (standar primer nasional dan / internasional), melalui rangkaian perbandingan yang tak terputus.







Manfaat kalibrasi adalah sebagai berikut :



untuk mendukung sistem mutu yang diterapkan di berbagai industri pada peralatan laboratorium dan produksi yang dimiliki.

Dengan melakukan kalibrasi, bisa diketahui seberapa jauh perbedaan (penyimpangan) antara harga benar dengan harga yang ditunjukkan oleh alat ukur.



Prinsip dasar kalibrasi:



Obyek Ukur (Unit Under Test)

Standar Ukur(Alat standar kalibrasi, Prosedur/Metrode standar (Mengacu ke standar kalibrasi internasional atau prosedur yg dikembangkan sendiri oleh laboratorium yg sudah teruji (diverifikasi))

Operator / Teknisi ( Dipersyaratkan operator/teknisi yg mempunyai kemampuan teknis kalibrasi (bersertifikat))

Lingkungan yg dikondisikan (Suhu dan kelembaban selalu dikontrol, Gangguan faktor lingkungan luar selalu diminimalkan → sumber ketidakpastian pengukuran)



Hasil Kalibrasi antara lain :



Nilai Obyek Ukur

Nilai Koreksi/Penyimpangan

Nilai Ketidakpastian Pengukuran(Besarnya kesalahan yang mungkin terjadi dalam pengukuran, Dievaluasi setelah ada hasil pekerjaan yang diukur → Analisis ketidakpastian yang benar dengan memperhitungkan semua sumber ketidakpastian yang ada di dalam metode perbandingan yang digunakan, Besarnya kesalahan yang mungkin terjadi dalam pengukuran)

Sifat metrologi lain → faktor kalibrasi, kurva kalibrasi.



TUR (Test Uncertainty Ratio) adalah perbandingan antara ketidakpastian karakteristik (specified) dari instrumen yang dikalibrasi terhadap ketidakpastian instrumen kalibratornya (Spesifikasi alat bisa dianggap sebagai ketidakpastian terbesar)



Interval kalibrasi:



Kalibrasi harus dilakukan secara periodik

Selang waktu kalibrasi dipengaruhi oleh jenis alat ukur, frekuensi pemakaian, dan pemeliharaan.

Bisa dinyatakan dalam beberapa cara :

Dengan waktu kalender (1 tahun sekali, dst)

Dengan waktu pemakaian (1.000 jam pakai, dst)

Kombinasi cara pertama dan kedua, tgt mana yg lebih dulu tercapai



Kalibrasi di Indonesia:

1. Kalibrasi Teknis



Kalibrasi peralatan ukur yang tidak berhubungan langsung dengan dunia perdagangan.



Dilakukan oleh laboratorium kalibrasi terakreditasi KAN (diakui secara nasional).



2. Kalibrasi Legal



Kalibrasi peralatan ukur untuk keperluan perdagangan.



Dilakukan oleh Direktorat Metrologi

 
 
 
 
 Kalibrasi


Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Belum DiperiksaLangsung ke: navigasi, cari

Kalibrasi merupakan proses verifikasi bahwa suatu akurasi alat ukur sesuai dengan rancangannya. Kalibrasi biasa dilakukan dengan membandingkan suatu standar yang terhubung dengan standar nasional maupun internasional dan bahan-bahan acuan tersertifikasi.



Sistem manajemen kualitas memerlukan sistem pengukuran yang efektif, termasuk di dalamnya kalibrasi formal, periodik dan terdokumentasi, untuk semua perangkat pengukuran. ISO 9000 dan ISO 17025 memerlukan sistem kalibrasi yang efektif.



Kalibrasi diperlukan untuk:



Perangkat baru

Suatu perangkat setiap waktu tertentu

Suatu perangkat setiap waktu penggunaan tertentu (jam operasi)

Ketika suatu perangkat mengalami tumbukan atau getaran yang berpotensi mengubah kalibrasi

Ketika hasil observasi dipertanyakan

Kalibrasi, pada umumnya, merupakan proses untuk menyesuaikan keluaran atau indikasi dari suatu perangkat pengukuran agar sesuai dengan besaran dari standar yang digunakan dalam akurasi tertentu. Contohnya, termometer dapat dikalibrasi sehingga kesalahan indikasi atau koreksi dapat ditentukan dan disesuaikan (melalui konstanta kalibrasi), sehingga termometer tersebut menunjukan temperatur yang sebenarnya dalam celcius pada titik-titik tertentu di skala.



Di beberapa negara, termasuk Indonesia, terdapat direktorat metrologi yang memiliki standar pengukuran (dalam SI dan satuan-satuan turunannya) yang akan digunakan sebagai acuan bagi perangkat yang dikalibrasi. Direktorat metrologi juga mendukung infrastuktur metrologi di suatu negara (dan, seringkali, negara lain) dengan membangun rantai pengukuran dari standar tingkat tinggi/internasional dengan perangkat yang digunakan.



Hasil kalibrasi harus disertai pernyataan "traceable uncertainity" untuk menentukan tingkat kepercayaan yang di evaluasi dengan seksama dengan analisa ketidakpastian.



[sunting] Referensi

Morris, Alan S., "Measurement and Instrumentation Principles", 2001, Butterworth Heinemann, ISBN 0-7506-5081-8

Pyzdek, T, "Quality Engineering Handbook", 2003, ISBN 0-8247-4614-7

Godfrey, A. B., "Juran's Quality Handbook", 1999, ISBN 007034003

Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Kalibrasi"

Jumat, 15 Oktober 2010

ISO 9001:2008

ISO 9001:2008 is the International standard for Quality Management Systems (QMS).




It provides your company with a set of principles that ensure a common sense approach to the management of your business activities to consistently achieve customer satisfaction.



Who is ISO 9001:2008 applicable to?

Any organisation can benefit from implementing ISO 9001:2008 as its requirements are underpinned by eight management principles:



a customer focused organisation

leadership

the involvement of people

ensuring a process approach

a systematic approach to management

a factual approach to decision making

mutually beneficial supplier relations

continuous improvement

What are the benefits of registration?

Customer satisfaction - through delivery of products that consistently meet customer requirements

Reduced operating costs - through continual improvement of processes and resulting operational efficiencies

Improved stakeholder relationships - including staff, customers and suppliers

Legal compliance - by understanding how statutory and regulatory requirements impact on the organization and its your customers

Improved risk management - through greater consistency and traceability of products and services

Proven business credentials - through independent verification against recognized standards

Ability to win more business - particularly where procurement specifications require certification as a condition to supply

How to gain registration?

The process of registration follows three simple steps:



Application for registration is made by completing the QMS questionnaire

Assessment to ISO 9001:2008 is undertaken by NQA - the organisation must be able to demonstrate that its quality management system has been fully operative for a minimum of three months and has been subject of a full cycle of internal audits

Registration is granted by NQA and maintained by the organisation. Maintenance is confirmed through a programme of annual surveillance visits and a three yearly re-certification audit.

Initial Certification Audit

The assessment process for achieving certification consists of a two stage Initial Certification Audit as follows:



Stage 1 - the purpose of this visit is to confirm the readiness of the organisation for full assessment. The assessor will:



confirm that the quality manual conforms to the requirements of ISO 9001:2008

confirm its implementation status

confirm the scope of certification

check legislative compliance

produce a report that identifies any non-compliance or potential for non-compliance and agree a corrective action plan if required.

produce an assessment plan and confirm a date for the Stage 2 assessment visit.

Stage 2 - the purpose of this visit is to confirm that the quality management system fully conforms to the requirements of ISO 9001:2008 in practice. The assessor will:



undertake sample audits of the processes and activities defined in the scope of assessment

document how the system complies with the standard

report any non-compliances or potential for non-compliance

produce a surveillance plan and confirm a date for the first surveillance visit

If the assessor identifies any major non-conformance, the organisation cannot be certified until corrective action is taken and verified