Minggu, 27 Mei 2012

keluarga harmonis

Kebahagiaan:
Muara Akhir dari Kehidupan Rumah Tangga
Berdasarkan Q.s. An - Nahl 80, Ibnu Katsir menyimpulkan bahwa Allah telah menganugerahkan kebahagiaan yang sempurna kepada hamba-Nya dengan menjadikan Keluarga tempat berlindung dan mendapatkan berbagai manfaat.
Ada beberapa alasan yang mengharuskan seorang mukmin untuk membangun keluarga harmonis, diantaranya:


1. Adanya kewajiban menjaga diri dan keluarga dari siksa Allah di neraka

2. Adanya tanggung jawab yang besar bagi pemimpin rumah tangga di hadapan Allah pada hari kiamat

3. Keluarga dalah tempat untuk menjaga diri, menciptakan ketentraman dan keselamatan dari segala bentuk kejahatan yang timbul oleh orang lain. Di samping itu, keluarga dalah tempat berlindung dari sregala fitnah.

4. Rata-rata manusia menghabiskan sebagian besar waktunya dalam keluarga. Terlebih lagi saat panas menyengat, dingin yang menggigit, di saat hujan, padawaktu pagi dan sore, dan seusai bekerja.

5. Keluarga adalah pondasi utama dalam membangun masyarakat Islami.



Agar tercipta keluarga sakinah:



Ada beberapa kiat agar dapat tercapai keluarga sakinah. Kiat ini berkisar dua hal: Pertama, mewujudkan kemaslahatan dengan cara menebarkan kabaikan. Kedua, mencegah kerusakan dengan cara menyapu bersih setiap kemungkaran. Dan inilah yang kami maksud dengan kiat membangun rumah tangga sakinah.


Kiat 1


Jangan Salah Memilih Pasangan Hidup


Diantara kunci sukses dala membentuk keluarga sakinah adalah tepat dalam memilih pasangan. Pasangan adalah faktor yang menentukan apakah bahtera rumah tangga yang akan diarungi bersama akan mampu sampai ke tujuan ataukah tidak.
A. Kriteria Istri yang Shalihah
1. Baik dari segi agamanya
2. Mampu menjadi perhiasan dalam keluarga
3. Mampu membuat hati tentram dan membantu suami menyelesaikan urusa agama
4. Mampu membantu suami dalam menyelesaikan urusan dunia ataupun akhirat
5. Istri yang shalihah hatinya selalu dipenuhi dengan cinta kasih terhadap keluarga dan sanggup melahirkan keturunan.
6. Mampu bersyukur dalam kondisi apapun.
7. Istri yang shalihah akan menghiasi dirinya dengan akhlak yang mulia.
8. Istri yang shalihah senantiasa menghormati suaminya.
9. Istri yang shalihah akan berinteraksi keluarga suaminya dengan sebaik-baiknya, khususnya ibu dari suaminya.
10. Istri yang shalihah akan berterima kasih atas segala kebaikan suaminya betapa pun kecil kebaikan itu.
11. Istri yang shalihah akan senantiasa membuat suaminya merasa senang bersamanya.
12. Istri yang shalihah tidak akan menolak jika suaminya menginginkannya selama dia tidak sedang haid, nifas atau berpuasa wajib.
13. Istri yang shalihah akan membantu suaminya untuk bekerja secara halal, memberi makanan dengan makanan yang halal dan pakaian juga dengan pakaian yang halal
14. Istri yang shalihah hanya akan berhias untuk suaminya semata.
15. Istri yang shalihah akan membantu suaminya taat kepada Allah dan beribadah kepadanya.
16. Istri yang shalihah adalah istri yang berusaha mendidik anak-anaknya sendiri sebaik-baiknya.
B. Kriteria Suami yang Shalih:
1. Baik dari sisi agama dan moralitasnya.
2. Seorang suami yang shalih adalah suami yang bertakwa kepada Allah.
3. Suami yang baik akan mempraktekkan hadits Nabi.
4. Seorang suami yang baik melaksanakan perintah Allah.
5. Seorang suami yang baik akan mengajarkan ilmu-ilmu agama kepada istrinya.
6. Suami yang baik tidak akan mengancam istri dengan kata “cerai”.
7. Suami yang baik akan membantu istrinya untuk berbakti kapada keluarganya, baik keluarga dari pihak suami maupun dari pihak istri.
8. Suami yang baik tidak akan berbuat durhaka kepada ibunya hanya karena menuruti keinginan istrinya.
9. Suami yang baik mengajak istrinya bermusyawarah untuk memutuskan berbagai persoalan rumah tangga.



Kiat 2

Segera Membenahi Pasangan



Jika istri adalah wanita shalihah dan suami adalah laki-laki yang shalih, maka kebahagiaan hidup mudah sekali tergapai. Ini adalah janji dari Allah.

Ada beberapa kiat membenahi pasangan hidup dari sisi agama. Diantaranya adalah:

1. Memperhatikan dengan seksama ibadahnya kepada Allah.

2. Berusaha meningkatkan keimanannya dengan berbagai cara, seperti:

a. meningkatkan pasangan agar selalu konsisten menjaga dzikir kepada Allah

b. mendorongnya untuk selalu bersedekah

c. menggiatkan membaca Al-Quran

d. memperbanyak membaca buku-buku agama yang bermanfaat

e. mendengarkan kaset-kaset Islami yang berguna, diantaranya yang berisi informasi yang bersifat ilmiyah, imaniyah, ataupun yang lainnya.

3. Selektif dalam memilih teman pergaulan.

4. Tidak memberikan kesempatan kepada pasangan untuk melakukan keburukan dengan cara menjauhkan teman-teman dan tempat-tempat yang buruk.


Kiat yang Berkaitan dengan Menjaga Keimanan dalam Rumah Tangga



Kiat 3

Jadikan Rumah Sebagai Tempat Berdzikir kepada Allah



Atas dasar hadits dari H.r. al-Bukhari, maka tak boleh ada jeda dzikir dalam rumah. Oleh karena itu, rumah harus dijadikan tempat untuk berdzikir kepada Allah karena berdzikir macam apapun juga, baik dzikir dengan hati, dzikir dengan lisan dengan membaca shalawat, Al-Quran, ataupun mempelajari ilmu yang disyari’atkan oleh Allah. (Dzikir berarti mengingat Allah).



Kiat 4

Jadikan Rumah sebagai Kiblat

Jadikan rumah sebagai tempat ibadah (Q.s. Yunus, 10:87). Rasulallah bila masuk rumah dari bepergian melaksanakan shalat. Para sahabat rasulallah suka melakukan shalat sunnah di rumah (bagi laki-laki disunnahkan shalat wajib di masjid berjamaah).

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu (Q.s. al-Baqarah, 2:153).



Kiat 5

Mengaktifkan Pendidikan Agama Bagi Anggota Keluarga



1. Rajin sholat malam

2. Gemar bersedekah

3. Memberi suri tauladan dengan berbuat baik agar diikuti seluruh anggota keluarga, termasuk melakukan puasa wajib maupun puasa-puasa yang sunnah .



Kiat 6

Menggiatkan Berdzikir kepada Allah



Karena rumah adalah kiblat atau tempat ibadah, maka seharusnya rumah selalu dipenuhi dzikir kepada Allah, di antara dzikir-dzikir yang disyariatkan adalah sebagai berikut;

1. Dzikir ketika masuk rumah: “Bismillahir rahmaanir rahiim”

2. Dzikir keluar rumah: “Bismillahi tawakkaltu ‘alallahi, la haula wala quwata illa billah.”

3. Membiasakan berdzikir ketika bersiwak



Kiat 7

Membaca Surat Al-Baqarah di Rumah untuk Mengusir Setan



Di usahakan agar kita setiap hari membaca Q.s. Al-Baqarah terutama pada dua ayat terakhir dalam rumah kita agar rumah kita terhindar dari setan.

“Janganlah kalian menjadikan rumah kalian seperti kubur, sesungguhnya setan lari dari rumah yang di dalamnya dibcakan surat al-Baqarah.” (H.r. Muslim)



Kiat yang berkaitan dengan Pendidikan Agama dalam Rumah Tangga



Kiat 8

Mendidik Keluarga


Di antara kewajiban agama yang harus dilaksakan oleh kepala rumah tangga adalah mendidik keluarga agar selamat dari siksa Allah. Q.s. At-Tahrim: 6 menjadi dasar hukum kewajiban mendidik keluarga agar setiap anggota keluarga mampu menebarkan kebaikan dan mencegah kemungkaran.



Kiat 9

Buatlah Perpustakaan Rumah



Untuk membantu pengajaran keluarga di rumah dan memperdalam ilmu agama, maka sebaiknya dibuat perpustakaan rumah. Tidak harus besar yang penting memuat buku-buku penting. Akan tetapi yang paling penting adalah referensi buku-buku agama untuk mencerdaskan hati kita akan persoalan agama.



Kiat 10

Perpustakaan Kaset untuk Keluarga



Dalam rumah tangga, tape ataupun CD/VCD player berfungsi ganda, bisa saja digunakan untuk kebaikan dan bisa digunakan untuk keburukan. Semua tergantung bagaimana cara kita memanfaatkannya agar selalu dipakai di jalan yang diridhai oleh Allah.

Diantaranya untuk membuat perpustakaan kaset/CD/VCD di rumah, yang menghimpun berbagai kaset Islami yang berisi tilawah, ceramah, khuthbah para ulama, dan sebagainya.

Kiat 11

Mengundang Orang-orang Shalih dan Para

Santri untuk Berkunjung ke Rumah



Masuknya orang yang kuat keimanannya ke dalam rumah kita akan menambah cahaya keimanan seisi rumah. Pembicaraan, tanya jawab, dan diskusi dengan mereka bisa memetik banyak manfaat. Ibarat, pembawa minyak wangi itu bisa memberimu aroma wangi.



Kiat 12

Mempraktekkan Ajaran Agama dalam Keluarga



1. Di antara ajaran agama yang wajib dipraktekkan di rumah adalah shalat, yaitu bagi laki-laki sebaiknya shalat-shalat sunnahnya dijalankan di rumah, sedangkan shalat wajib dijalankan di masjid secara berjamaah.

2. Bagi wanita yang baik shalat wajib dan sunnahnya paling utama dijalan di rumah.

3. Dalam menjalankan sholat berjamaah di rumah hendaknya yang menjadi imamnya adalah pemilik rumah sendiri bukan orang lain, walaupun orang lain lebih bagus bacaannya.

4. Diharuskan meminta ijin ketika hendak masuk ke rumah orang lain (Qs. An Nur 24: 27-28, Qs. Al Baqarah 2: 189).

5. Boleh masuk ke dalam rumah yang tidak ada orangnya, di dalamnya tanpa ijin jika memang ada keperluan seperti rumah yang memang disediakan untuk tamu. (Qs. An Nur 24:29)

6. Boleh makan di rumah kerabat dekat, teman akrab, yang empunya membolehkan. (Qs. An Nur 24: 61)

7. Melarang anak-anak dan pembantu masuk ke kamar orang tua tanpa meminta ijin. ((Qs. An Nur 24: 58)

8. Haram hukumnya masuk ke rumah orang lain tanpa izin yang punya.

9. Wanita yang ditalak raj’i tidak boleh keluar rumah selama masa “iddah dan suami diwajibkan memberi nafkah kepada wanita yang dicerai (Qs. Ath-Thalaq 65:1)

10. Suami boleh mendiamkan istri yang berbuat nuyuz dalam rumah tangga demi kemaslahatan rumah tangga. (Qs an-Nisa 4:34)

11. dan lain-lain



Kiat yang Berhubungan dengan Berkumpul dalam Rumah



Kiat 13

Berkumpul dan Mendiskusikan Masalah Keluarga



Masing-masing anggota keluarga harus diberi kesempatan untuk duduk sejajar di tempat yang sama guna membicarakan berbagai masalah intern dan ekstern yang berkaitan dengan keluarga. Adanya musyawarah dalam keluarga menandakan bahwa adanya komunikasi, interaksi, dan kerjasama antara anggota keluarga. Suami adalah kepala keluarga yang bertanggung jawab mengendalikan urusan anggota keluarganya.



Kiat 14

Jangan Memperlihatkan Percecokan di Depan Anak-anak



Di antara bumbu-bumbu hidup berkeluarga adalah adanya konflik. Konflik harus dimenej dengan baik agar menimbulkan kekompakan dan keharmonisan Keluarga. Ketentraman hidup dalam keluarga adalah tujuan utama.

Bila terjadi konflik dalam keluarga harus dilokalisir, jangan sampai menjadi konflik terbuka melibatkan seluruh anggota keluarga. Konflik suami istri cukup mereka berdua yang tahu. Konflik terbuka bisa menimbulkan bahaya psikologis bagi anak-anak kecil.



Kiat 15

Jangan Biarkan Orang Ketiga Marusak Keharmonisan Keluarga



Pande besi bisa membakar rumahmu, pakaianmu, atau menebarkan bau yang tidak sedap. Jangan pernah membiarkan rumah tangga kita terhempas dalam kegoncangan dan kehancuran.

Orang yang kurang baik keberagamaannya jangan sampai masuk dalam urusan rumah tangga kita walaupun tetangga sendiri atau orang-orang yang menampakkan persahabatan.



Kiat 16

Memperhatikan Keadaan Anggota Keluarga



Banyak orang tua yang tidak mengontrol pergaulan anak-anaknya. Banyak dari mereka yang tidak tahu kalau anaknya telah salah dalam pergaulan sehingga melakukan hal-hal yang seharusnya tidak mereka lakukan.

Ada beberapa hal yang penting yang harus diperhatikan dalam mengawasi anak-anak kita:

1. Pengawasan harus dilakukan secara rapi sehingga anak tidak merasa terkekang.

2. Pengawasan bukan untuk menteror.

3. Jangan sampai anak yang diawasi merasa tidak dipercaya.

4. Semestinya dalam menasehati dan menghukum disesuaikan dengan usia anak dan derajat kesalahan.


Kiat 17

Memperhatikan Anak-anak Ketika di Rumah



Tidak ada yang lebih indah daripada orangtua mengumpulkan anak-anaknya untuk membaca Al-Quran kepada mereka dan memberikan penjelasan yang sederhana kepada mereka.



Kiat 18

Memperhatikan Anak di Rumah



Banyak rumah yang tak ubahnya seperti hotel. Sesama penghuni rumah tersebut tidak saling mengenal, meskipun mereka selalu bertemu. Anak-anak pun tak terurus. Mereka tidur semaunya sehingga banyak begadang dan menyia-nyiakan waktu.

Tidak ada yang lebih manis berkumpulnya satu keluarga untuk makan dan menggunakan kesempatan untuk mengetahui keadaan masing-masing dan berdiskusi yang membawa manfaat. Kepala rumah tangga mestinya disiplin dalam mengaplikasikan kepulangannya ke rumah.



Kiat 19

Membenahi Kelakuan Istri di Luar Rumah



Pada dasarnya wanita tidak boleh bekerja di luar rumah kecuali ada keperluan yang mengharuskannya, misalnya wali atau suami sakit atau sudah lanjut usianya atau bahkan sudah meninggal dunia. Atau karena dengan syarat-syarat yang bolehkan syari’at yang bisa dikategorikan kebutuhan, misalnya: di bidang medis, pendidikan, kedokteran.

Tidak tepat bila isteri bekerja di luar rumah karena alasan gaji suami hanya pas-pasan atau tidak mencukupi.

Dampak negatif wanita ke luar rumah:

1. Bergaul bebas dengan laki-laki.

2. Menampakkan perhiasan kepada laki-laki yang bukan mahramnya

3. Berduaan dengan laki-laki lain di tempat sepi

4. Berpenampilan yang memancing hasrat laki-laki, yang kadang-kadang puncaknya berbuat zina.

5. Kadang-kadang lalai tidak menunaikan kewajibannya kepada suaminya

6. Mengabaikan urusan rumah tangganya dan puncaknya kurang perhatian kepada anak-anaknya.



Kiat 20

Menjaga Rahasia Rumah Tangga



Menjaga rahasia rumah tangga yang mencakup hal-hal:

1. Tidak menyebarkan rahasia saat-saat berhubungan intim.

2. Tidak membeberkan perselisihan rumah tangga.

3. Tidak membeberkan apapun yang bersifat pribadi



Kiat yang Berhubungan dengan Akhlak

dan Rumah Tangga



Kiat 21

Berbuat Lemah Lembut kepada Semua Anggota Keluarga



Keluarga akan selalu harmois jika cinta kasih selalu bersemi dalam setiap anggota keluarga. Cinta kasih adalah pondasi kebahagiaan dalam rumah tangga. Hindari dan hilangkan sikap kasar, amoral, dan sebagainya baik dari suami, istri atau anak-anak.


Kiat 22

Membantu Pekerjaan Rumah Tangga



Banyak suami yang tidak mempunyai perhatian sama sekali dengan pekerjaan rumah. Bahkan di antara mereka ada yang merasa bahwa derajat mereka menjadi turun jika membantu membereskan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga. Seharusnya antara suami dan istri saling bantu membantu menyelesaikan tanggung jawab yang diemban oleh masing-masing.



Kiat 23

Bersendau Gurau dengan Keluarga



Bercanda dan bersendau gurau dengan keluarga termasuk yang bisa membawa keharmonisan rumah tangga. Terutama kepada istri dan anak-anak.



Kiat 24

Jauhkan Keluarga Anda dari Akhlak Tercela



Jangan sampai ada anggota keluarga yang berakhlak tidak terpuji seperti tidak peduli dengan sesama, berbohong, menggunjing, mengadu domba, dan sejenisnya, Akhlak tercela seperti ini harus benar-benar dijauhkan dari keluarga,



Kiat 25

Berikan Hukuman yang Mendidik dalam Keluarga



Ada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Na’im As-Silsilah Adh-Shahihah menganjurkan memberi hukuman adalah sarana untuk mendidik. Hukuman ini harus bersifat mendidik. Jika hukuman diberlakukan dalam keluarga, maka sebaliknya imbalan atau hadiah juga harus diberikan dalam keluarga.



Mengatasi Kemungkaran dalam Rumah Tangga


Kiat 26

Jangan Biarkan Laki-laki Lain Bersama Istri Kita

Ketika Kita Tidak di Rumah



Suasana sepi di rumah dapat dimanfaatkan oleh siapa saja untuk melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Membiarkan laki-laki lain menemani istri di rumah adalah sama dengan membiarkan pintu kemaksiatan terbuka di rumah kita.



Kiat 27

Pisahkanlah Antara Laki-laki dan Perempuan

dalam Kunjungan Keluarga



Sudah semestinya jika dalam kunjungan keluarga dipisahkan antara laki-laki dan perempuan, jangan sampai mereka bercampur dalam satu tempat duduk sehingga tak bisa dibedakan antara tempat duduk laki-laki dan perempuan.


Kiat 28

Awasi Kelakuan Sopir dan Pembantu Rumah Tangga Di Rumah

Seringkali kepercayaan yang kita berikan kepada sopir atau pun pembantu disalahgunakan, mereka seringkali melakukan sesuatu yang seharusnya tidak boleh mereka lakukan. Setiap anggota keluarga harus saling menasehati jika adasalah seorang anggota keluarga yang melakukan hal-hal yang seharusnya tidak boleh dilakukan. Komunikasi harus selalu dijaga semua anggota keluarga.


Kiat 29

Jauhkan keluarga Anda dari Orang-orang yang

Mempunyai Kelainan Seksual



Kebutuhan biologis adalah kebutuhan yang tak mungkin bisa diabaikan dalam kehidupan suami istri. Kebutuhan ini harus dipenuhi secara normal dan sesuai dengan ketentuan syari’at. Jangan sampai pemenuhan terhadap kebutuhan ini malampaui batas dan aturan yang ditetapkan oleh syari’at sehingga terjadi hal-hal yang membahayakan diri ataupun masyarakat.



Kiat 30

Selektif Terhadap Tontonan yang Ada di Layar Televisi


Seletiflah terhadap tontonan di layar televisi, karena belum tentu berakibat baik. Ada yang hanya mengumbar nafsu, mendorong perilaku konsumtif, ada yang bersimbol agama tetapi ternyata hanya pendangkalan iman, jual mimpi hidup mewah dengan cara mudah.
Oleh karena itu harus berhati-hati jangan sampai setiaphari anak-anak berguru pada televisi. Ketika tontonan hanya memberikan kemudharatan maka hnya ada satu solusi untuk menyelamatkan keluarga kita, yaitu: matikan televisi.


Kiat 31

Berhati-hati menggunakan telepon


Telepon berfungsi untyuk melancarkan kebutuhan komunikasi kita. Jangan sampai kita menggunakan tidak didasarkan kebutuhan atau memperluas yang sebenarnya bukan kebutuhan menjadi kebutuhan. Ini namanya mubadzir (Qs. Al-Isra’ 17: 27)

Kita harus hati-hati menerima atau mengirim pesan dengan telepon sebab banyak yang tidak benar di dalamnya. Seleksi dulu pesan itu akan kebenarannya jangan sampai keluarga kita hancur atau sebaliknya menghancurkan keluarga orang lain.



Kiat 32

Bersihkan Rumah Anda dari Simbol-simbol Orang-orang Kafir

atau Sembahan Mereka.



Umat Islam mempunyai simbol-simbol sendiri yang harus dijaga dan dilestarikan. Jangan meniru simbol-simbol orang lain sehingga kita kehilangan Identitas keislaman kita.
Jika dalam rumah kita ada simbol-simbol orang kafir, maka yang tergugah dalam kesadaran kita adalah berfikir dan bertindak berdasarkan pemaknaan simbol yang sering kita lihat, yaitu simbol orang kafir.
Simbol-simbol keislaman yang menghiasi rumah kita juga berfungsi menggugah kesadaran keagamaan dan keimanan kita agar kita selalu meningkatkan kualitas keimanan kita.



Kiat 33

Bersihkan Rumah Anda dari Gambar yang Memiliki Ruh


Rasulallah melarang umat Islam untuk menggambar atau memasang gambar yang mempunyai ruh. Orang yang melukis gambar yang mempunyai ruh, maka nantinya di hari kiamat akan di mintai pertanggungjawabannya dihadapan Allah.
Umat Islam mempunyai seni mengggambar sendiri, yaitu seni kaligrafi yang wajib kita kembangkan dan kita lestarikan.



Kiat 34

Cegahlah Merokok di Lingkungan Rumah Tangga Anda


Bukti-bukti ilmiah yang menerangkan bahwa merokok sangat berbahaya bagi kesehatan bagi perokok aktif maupun pasif sudah banyak. Merokok sama dengan menjatuhkan diri kita ke dalam kerusakan. Padahal Allah memerintahkan kita menafkahkan harta kita dalam kebaikan (Q.s. al-Baqarah, 2:195).



Kiat 35

Jangan Sampai Anda Memelihara Anjing di Rumah

Anjing adalah binatang yang sudah jelas kenajisannya. Kenajisannya sama dengan babi. Oleh karena itu jangan sampai kenajisan anjing memenuhi rumah kita.



Kiat 36

Hindarilah Menghiasi Rumah dengan Hiasan yang Tidak Baik.



Rumah yang baik adalah rumah sederhana tetapi tetap mengkondisikan kita meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah. Dan mendorong kita selalui berbuat baik untuk sesama.
Jangan membuat kesan rumah kita yang seronok dengan hiasan-hiasan yang yang berlebihan atau tidak perlu sehingga mendorong pencuri masuk.
Hiasilah dengan hiasan yang mendamaikan hati dan menenteramkan jiwa sehingga kita termoyivasi untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah. Buatlah taman di sekiytar rumah kita berisi tanaman-tanaman hias maupun tanaman yang berkhasiat untuk obat.


Kiat 37

Memilih Rumah yang Baik

Beberapa tips yang bisa ditindaklanjuti dalam memilih rumah, diantaranya:

1. Pilihlah rumah dekat dengan masjid

2. Pastikan lingkungan rumah Anda jauh dari orang-orang yang tidak baik

3. Memilih tempat yang luas dan ada banyak tetangga

4. Rumah harus memenuhi standar kesehatan.

5. Dari desain rumah diharapkan bisa dipisah antara ruang untuk laki-laki dan wanita, baik ruang untuk kerabat ataupun untuk tamu.



Kiat 38

Memilih Tetangga Sebelum Memilih Rumah


Tetangga juga menjadi penentu keharmonisan keluarga kita. Tetangga memiliki pengaruh kuat terhadap keluarga kita. Pergaulan sehari-hari takkan bisa dilepaskan dari kehidupan tetangga sebelah.
Diantara empat kebahagiaan adalah ‘tetangga yang shalih’ dan di antara empat penderitaan adalah ‘tetangga yang jahat’.
Dalam kehidupan bertetangga kita hendaknya berinteraksi dan membangun tali silaturahmi dengan mereka, dan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah.



Kiat 39

Jadikan Rumah sebagai Tempat Istrirahat yang

Nyaman bagi Seluruh Keluarga


Sekarang ini semakin banyak fasilitas yang mempermudah kita melakukan aktifitas sehari-hari. Dengan fasilitas-fasilitas tersebut, kita semakin mudah memperoleh waktu istirahat.
Barang-barang yang kita beli atau kita adakan hendaklah berdasarkan kebutuhan, bukan karena keinginan. Lalu aturlah barang-barang itu dengan rapi dan bersih serta tidak monoton. Ciptakan desain dan tata ruang yang nyaman dan kreatif agar semua anggota keluarga selalu betah untuk beristirahat di rumah. Setiap anggota keluarga dapat mengusulkan tata ruang yang diinginkan yang kemudian dibicarakan bersama.


Kiat 40

Menjaga Kesehatan Anggota keluarga


Hal yang tidak tak kalah penting untuk diperhatikan adalah masalah kesehatan seluruh anggota keluarga. Sedini mungkin setiap anggota keluarga mencegah berbagai kemungkinan yang mendatangkan penyakit.
Salah satunya yang terpenting adalah menjaga kebersihan badan dan rumah tempat tinggal.
Bila ada yang sakit segera diobati. Pengobatan dapat dilakukan dengan cara medis maupun non medis (berdoa)


Beberapa Cara Menjaga Keselamatan

1. Di waktu sore jagalah anak-anak kecil kalian karena sesungguhnya setan berkeliaran saat itu.

2. jika sudah satu berlalu di waktu malam maka tinggalkan mereka,

3. tutup pintu, sebutlah nama Allah,

4. tutuplah bejana kalian, sebutlah nama Allah’

5. padamkan lampu (api).

(H.r. al-Bukhari)

6. kuncilah pintu ,

7. tambatkanlah binatang kalian, ikatkan tali dimulutnya

8. jangan meninggalkan api yang menyala di rumah kalian ketika sedang tidur.

(riwayat Muslim).

Selasa, 22 Mei 2012

terkenang waktu muda

                                            Arief Amrik Smak BPPK 1983- kelas 1-5 dan 3b1

TEORI VALIDITAS

TEORI VALIDITAS

Konsep Validitas
Menurut Azwar (1986) para ahli psikometri telah menetapkan kriteria bagi suatu alat ukur psikologis untuk dapat dinyatakan sebagai alat ukur yang baik dan mampu memberikan informasi yang tidak menyesatkan. Kriteria itu antara lain adalah valid, reliabel, norma dan praktis.
Sifat reliabel dan valid diperlihatkan oleh tingginya reliabilitas dan validitas hasil ukur suatu tes. Suatu alat ukur yang tidak reliabel atau tidak valid akan memberikan informasi yang keliru mengenai keadaan subjek atau individu yang dikenai tes itu. Apabila informasi yang keliru itu dengan sadar atau tidak dengan sadar digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam pengambilan suatu keputusan, maka keputusan itu tentu bukan merupakan suatu keputusan yang tepat.
Seringkali pula keputusan itu tidak menyangkut individu secara langsung akan tetapi mengenai suatu kelompok. Dalam berbagai studi dan penelitian tidak jarang dipergunakan alat ukur untuk mengetahui keadaan atau status psikologis sekelompok individu tertentu.
Berikut ini akan dibahas antara lain adalah pengertian validitas, koefisien validitas, tipe-tipe umum pengukuran validitas, dan konsep pengukuran validitas.
a. Pengertian Validitas
Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya (Azwar 1986).
Suatu skala atau instrumen pengukur dapat dikatakan mempunyai validitas yang tinggi apabila instrumen tersebut menjalankan fungsi ukurnya, atau memberikan hasil ukur yang sesuai dengan maksud dilakukannya pengukuran tersebut. Sedangkan tes yang memiliki validitas rendah akan menghasilkan data yang tidak relevan dengan tujuan pengukuran.
Terkandung di sini pengertian bahwa ketepatan pada validitas suatu alat ukur tergantung pada kemampuan alat ukur tersebut mencapai tujuan pengukuran yang dikehendaki dengan tepat. Suatu tes yang dimaksudkan untuk mengukur variabel A dan kemudian memberikan hasil pengukuran mengenai variabel A, dikatakan sebagai alat ukur yang memiliki validitas tinggi. Suatu tes yang dimaksudkan mengukur variabel A akan tetapi menghasilkan data mengenai variabel A' atau bahkan B, dikatakan sebagai alat ukur yang memiliki validitas rendah untuk mengukur variabel A dan tinggi validitasnya untuk mengukur variabel A' atau B (Azwar 1986).
Sisi lain dari pengertian validitas adalah aspek kecermatan pengukuran. Suatu alat ukur yang valid tidak hanya mampu menghasilkan data yang tepat akan tetapi juga harus memberikan gambaran yang cermat mengenai data tersebut.
Cermat berarti bahwa pengukuran itu dapat memberikan gambaran mengenai perbedaan yang sekecil-­kecilnya di antara subjek yang satu dengan yang lain. Sebagai contoh, dalam bidang pengukuran aspek fisik, bila kita hendak mengetahui berat sebuah cincin emas maka kita harus menggunakan alat penimbang berat emas agar hasil penimbangannnya valid, yaitu tepat dan cermat. Sebuah alat penimbang badan memang mengukur berat, akan tetapi tidaklah cukup cermat guna menimbang berat cincin emas karena perbedaan berat yang sangat kecil pada berat emas itu tidak akan terlihat pada alat ukur berat badan.
Demikian pula kita ingin mengetahui waktu tempuh yang diperlukan dalam perjalanan dari satu kota ke kota lainnya, maka sebuah jam tangan biasa adalah cukup cermat dan karenanya akan menghasikan pengukuran waktu yang valid. Akan tetapi, jam tangan yang sama tentu tidak dapat memberikan hasil ukur yang valid mengenai waktu yang diperlukan seorang atlit pelari cepat dalam menempuh jarak 100 meter dikarenakan dalam hal itu diperlukan alat ukur yang dapat memberikan perbedaan satuan waktu terkecil sampai kepada pecahan detik yaitu stopwatch.
Menggunakan alat ukur yang dimaksudkan untuk mengukur suatu aspek tertentu akan tetapi tidak dapat memberikan hasil ukur yang cermat dan teliti akan menimbulkan kesalahan atau eror. Alat ukur yang valid akan memiliki tingkat kesalahan yang kecil sehingga angka yang dihasilkannya dapat dipercaya sebagai angka yang sebenarnya atau angka yang mendekati keadaan sebenarnya (Azwar 1986).
Pengertian validitas juga sangat erat berkaitan dengan tujuan pengukuran. Oleh karena itu, tidak ada validitas yang berlaku umum untuk semua tujuan pengukuran. Suatu alat ukur biasanya hanya merupakan ukuran yang valid untuk satu tujuan yang spesifik. Dengan demikian, anggapan valid seperti dinyatakan dalam "alat ukur ini valid" adalah kurang lengkap. Pernyataan valid tersebut harus diikuti oleh keterangan yang menunjuk kepada tujuan (yaitu valid untuk mengukur apa), serta valid bagi kelompok subjek yang mana?
Istilah validitas ternyata memiliki keragaman kategori. Ebel (dalam Nazir 1988) membagi validitas menjadi concurrent validity, construct validity, face validity, factorial validity, empirical validity, intrinsic validity, predictive validity, content validity, dan curricular validity.
§ Concurrent Validity adalah validitas yang berkenaan dengan hubungan antara skor dengan kinerja.
§ Construct Validity adalah validitas yang berkenaan dengan kualitas aspek psikologis apa yang diukur oleh suatu pengukuran serta terdapat evaluasi bahwa suatu konstruk tertentu dapat dapat menyebabkan kinerja yang baik dalam pengukuran.
§ Face Validity adalah validitas yang berhubungan apa yang nampak dalam mengukur sesuatu dan bukan terhadap apa yang seharusnya hendak diukur.
§ Factorial Validity dari sebuah alat ukur adalah korelasi antara alat ukur dengan faktor-faktor yang yang bersamaan dalam suatu kelompok atau ukuran-ukuran perilaku lainnya, dimana validitas ini diperoleh dengan menggunakan teknik analisis faktor.
§ Empirical Validity adalah validitas yang berkenaan dengan hubungan antara skor dengan suatu kriteria. Kriteria tersebut adalah ukuran yang bebas dan langsung dengan apa yang ingin diramalkan oleh pengukuran.
§ Intrinsic Validity adalah validitas yang berkenaan dengan penggunaan teknik uji coba untuk memperoleh bukti kuantitatif dan objektif untuk mendukung bahwa suatu alat ukur benar-benar mengukur apa yang seharusnya diukur.
§ Predictive Validity adalah validitas yang berkenaan dengan hubungan antara skor suatu alat ukur dengan kinerja seseorang di masa mendatang.
§ Content Validity adalah validitas yang berkenaan dengan baik buruknya sampling dari suatu populasi.
§ Curricular Validity adalah validitas yang ditentukan dengan cara menilik isi dari pengukuran dan menilai seberapa jauh pengukuran tersebut merupakan alat ukur yang benar-benar mengukur aspek-aspek sesuai dengan tujuan instruksional.
Sementara itu, Kerlinger (1990) membagi validitas menjadi tiga yaitu content validity (validitas isi), construct validity (validitas konstruk), dan criterion-related validity (validitas berdasar kriteria).
b. Koefisien Validitas
Bila skor pada tes diberi lambang x dan skor pada kriterianya mempunyai lambang y maka koefisien antara tes dan kriteria itu adalah rxy inilah yang digunakan untuk menyatakan tinggi-rendahnya validitas suatu alat ukur.
Koefisien validitas pun hanya punya makna apabila apalagi mempunyai harga yang positif. Walaupun semakin tinggi mendekati angka 1 berarti suatu tes semakin valid hasil ukurnya, namun dalam kenyataanya suatu koefisien validitas tidak akan pernah mencapai angka maksimal atau mendekati angka 1. Bahkan suatu koefisien validitas yang tinggi adalah lebih sulit untuk dicapai daripada koefisien reliabilitas. Tidak semua pendekatan dan estimasi terhadap validitas tes akan menghasilkan suatu koefisien. Koefisien validitas diperoleh hanya dari komputasi statistika secara empiris antara skor tes dengan skor kriteria yang besarnya disimbolkan oleh rxy tersebut. Pada pendekatan-pendekatan tertentu tidak dihasilkan suatu koefisien akan tetapi diperoleh indikasi validitas yang lain.
c. Tipe-tipe Umum Pengukuran Validitas
Tipe validitas sebagaimana disajikan sebelumnya, pada umumnya digolongkan dalam tiga kategori, yaitu content validity (validitas isi), construct validity (validitas konstruk), dan criterion-related validity (validitas berdasar kriteria).
1). Validitas Isi
Validitas isi merupakan validitas yang diperhitumgkan melalui pengujian terhadap isi alat ukur dengan analisis rasional. Pertanyaan yang dicari jawabannya dalam validasi ini adalah "sejauhmana item-item dalam suatu alat ukur mencakup keseluruhan kawasan isi objek yang hendak diukur oleh alat ukur yang bersangkutan?" atau berhubungan dengan representasi dari keseluruhan kawasan.
Pengertian "mencakup keseluruhan kawasan isi" tidak saja menunjukkan bahwa alat ukur tersebut harus komprehensif isinya akan tetapi harus pula memuat hanya isi yang relevan dan tidak keluar dari batasan tujuan ukur.
Walaupun isi atau kandungannya komprehensif tetapi bila suatu alat ukur mengikutsertakan pula item-item yang tidak relevan dan berkaitan dengan hal-hal di luar tujuan ukurnya, maka validitas alat ukur tersebut tidak dapat dikatakan memenuhi ciri validitas yang sesungguhnya.

Apakah validitas isi sebagaimana dimaksudkan itu telah dicapai oleh alat ukur, sebanyak tergantung pada penilaian subjektif individu. Dikarenakan estimasi validitas ini tidak melibatkan komputasi statistik, melainkan hanya dengan analisis rasional maka tidak diharapkan bahwa setiap orang akan sependapat dan sepaham dengan sejauhmana validitas isi suatu alat ukur telah tercapai.
Selanjutnya, validitas isi ini terbagi lagi menjadi dua tipe, yaitu face validity (validitas muka) dan logical validity (validitas logis).
Face Validity (Validitas Muka). Validitas muka adalah tipe validitas yang paling rendah signifikasinya karena hanya didasarkan pada penilaian selintas mengenai isi alat ukur. Apabila isi alat ukur telah tampak sesuai dengan apa yang ingin diukur maka dapat dikatakan validitas muka telah terpenuhi.
Dengan alasan kepraktisan, banyak alat ukur yang pemakaiannya terbatas hanya mengandalkan validitas muka. Alat ukur atau instrumen psikologi pada umumnya tidak dapat menggantungkan kualitasnya hanya pada validitas muka. Pada alat ukur psikologis yang fungsi pengukurannya memiliki sifat menentukan, seperti alat ukur untuk seleksi karyawan atau alat ukur pengungkap kepribadian (asesmen), dituntut untuk dapat membuktikan validitasnya yang kuat.

Logical Validity (Validitas Logis). Validitas logis disebut juga sebagai validitas sampling (sampling validity). Validitas tipe ini menunjuk pada sejauhmana isi alat ukur merupakan representasi dari aspek yang hendak diukur.
Untuk memperoleh validitas logis yang tinggi suatu alat ukur harus dirancang sedemikian rupa sehingga benar-benar berisi hanya item yang relevan dan perlu menjadi bagian alat ukur secara keseluruhan. Suatu objek ukur yang hendak diungkap oleh alat ukur hendaknya harus dibatasi lebih dahulu kawasan perilakunya secara seksama dan konkrit. Batasan perilaku yang kurang jelas akan menyebabkan terikatnya item-item yang tidak relevan dan tertinggalnya bagian penting dari objek ukur yang seharusnya masuk sebagai bagian dari alat ukur yang bersangkuatan.
Validitas logis memang sangat penting peranannya dalam penyusunan tes prestasi dan penyusunan skala, yaitu dengan memanfaatkan blue-print atau tabel spesifikasi.
2). Validitas Konstruk
Validitas konstruk adalah tipe validitas yang menunjukkan sejauhmana alat ukur mengungkap suatu trait atau konstruk teoritis yang hendak diukurnya (Allen & Yen, dalam Azwar 1986).
Pengujian validitas konstruk merupakan proses yang terus berlanjut sejalan dengan perkembangan konsep mengenai trait yang diukur.
Walaupun pengujian validitas konstruk biasanya memerlukan teknik analisis statistik yang lebih kompleks daripada teknik yang dipakai pada pengujian validitas empiris lainnya, akan tetapi validitas konstruk tidaklah dinyatakan dalam bentuk koefisien validitas tunggal.
Konsep validitas konstruk sangatlah berguna pada alat ukur yang mengukur trait yang tidak memiliki kriteria eksternal.

3). Validitas Berdasar Kriteria
Pendekatan validitas berdasar kriteria menghendaki tersedianya kriteria eksternal yang dapat dijadikan dasar pengujian skor alat ukur. Suatu kriteria adalah variabel perilaku yang akan diprediksikan oleh skor alat ukur.
Untuk melihat tingginya validitas berdasar kriteria dilakukan komputasi korelasi antara skor alat ukur dengan skor kriteria. Koefisien ini merupakan koefisien validitas bagi alat ukur yang bersangkutan, yaitu rxy, dimana x melambangkan skor alat ukur dan y melambangkan skor kriteria.
Dilihat dari segi waktu untuk memperoleh skor kriterianya, prosedur validasi berdasar kriteria menghasilkan dua macam validitas yaitu validitas prediktif (predictive validity) dan validitas konkuren (concurrent validity).



Validitas Prediktif. Validitas prediktif sangat penting artinya bila alat ukur dimaksudkan untuk berfungsi sebagai prediktor bagi kinerja di masa yang akan datang. Contoh situasi yang menghendaki adanya prediksi kinerja ini antara lain adalah dalam bimbingan karir; seleksi mahasiswa baru, penempatan karyawan, dan semacamnya.
Contohnya adalah sewaktu kita melakukan pengujian validitas alat ukur kemampuan yang digunakan dalam penempatan karyawan. Kriteria yang terbaik antara lain adalah kinerjanya setelah ia betul-betul ditempatkan sebagai karyawan dan melaksanakan tugasnya selama beberapa waktu. Skor kinerja karyawan tersebut dapat diperoleh dari berbagai cara, misalnya menggunakan indeks produktivitas atau rating yang dilakukan oleh atasannya.
Koefisien korelasi antara skor alat ukur dan kriteria merupakan petunjuk mengenai saling hubungan antara skor alat ukur dengan skor kriteria dan merupakan koefisien validitas prediktif. Apabila koefisien ini diperoleh dari sekelompok individu yang merupakan sampel yang representatif, maka alat ukur yang telah teruji validitasnya akan mempunyai fungsi prediksi yang sangat berguna dalam prosedur alat ukur di masa datang.
Prosedur validasi prediktif pada umumnya memerlukan waktu yang lama dan mungkin pula beaya yang tidak sedikit dikarenakan prosedur ini pada dasarnya bukan pekerjaan yang dianggap selesai setelah melakukan sekali tembak, melainkan lebih merupakan kontinuitas dalam proses pengembangan alat ukur. Sebagaimana prosedur validasi yang lain, validasi prediktif pada setiap tahapnya haruslah diikuti oleh usaha peningkatan kualitas item alat ukur dalam bentuk revisi, modifikasi, dan penyusunan item-item baru agar prosedur yang dilakukan itu mempunyai arti yang lebih besar dan bukan sekedar pengujian secara deskriptif saja.
Validitas Konkuren. Apabila skor alat ukur dan skor kriterianya dapat diperoleh dalam waktu yang sama, maka korelasi antara kedua skor termaksud merupakan koefisien validitas konkuren.
Suatu contoh dimana validitas konkuren layak diuji adalah apabila kita menyusun suatu skala kecemasan yang baru. Untuk menguji validitas skala tersebut kita dapat mengunakan skala kecemasan lain yang telah lebih dahulu teruji validitasnya, yaitu dengan alat ukur TMAS (Tylor Manifest Anxiety Scale).
Validitas konkuren merupakan indikasi validitas yang memadai apabila alat ukur tidak digunakan sebagai suatu prediktor dan merupakan validitas yang sangat penting dalam situasi diagnostik. Bila alat ukur dimaksudkan sebagai prediktor maka validitas konkuren tidak cukup memuaskan dan validitas prediktif merupakan keharusan.
Konsep Pengukuran Validitas
Pengukuran validitas sebenarnya dilakukan untuk mengetahui seberapa besar (dalam arti kuantitatif) suatu aspek psikologis terdapat dalam diri seseorang, yang dinyatakan oleh skor pada instrumen pengukur yang bersangkutan.
Dalam hal pengukuran ilmu sosial, validitas yang ideal tidaklah mudah untuk dapat dicapai. Pengukuran aspek-aspek psikologis dan sosial mengandung lebih banyak sumber kesalahan (error) daripada pengukuran aspek fisik. Kita tidak pernah dapat yakin bahwa validitas instrinsik telah terpenuhi dikarenakan kita tidak dapat membuktikannya secara empiris dengan langsung.
Pengertian validitas alat ukur tidaklah berlaku umum untuk semua tujuan ukur. Suatu alat ukur menghasilkan ukuran yang valid hanya bagi satu tujuan ukur tertentu saja. Tidak ada alat ukur yang dapat menghasilkan ukuran yang valid bagi berbagai tujuan ukur. Oleh karena itu, pernyataan seperti "alat ukur ini valid" belumlah lengkap apabila tidak diikuti oleh keterangan yang menunjukkan kepada tujuannya, yaitu valid untuk apa dan valid bagi siapa. Itulah yang ditekankan oleh Cronbach (dalam Azwar 1986) bahwa dalam proses validasi sebenarnya kita tidak bertujuan untuk melakukan validasi alat ukur akan tetapi melakukan validasi terhadap interpretasi data yang diperoleh oleh prosedur tertentu.
Dengan demikian, walaupun kita terbiasa melekatkan predikat valid bagi suatu alat ukur akan tetapi hendaklah selalu kita pahami bahwa sebenarnya validitas menyangkut masalah hasil ukur bukan masalah alat ukurnya sendiri. Sebutan validitas alat ukur hendaklah diartikan sebagi validitas hasil pengukuran yang diperoleh oleh alat ukur tersebut.












VALIDITAS
a. Pengertian Validitas
Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya (Azwar 1986).
Suatu skala atau instrumen pengukur dapat dikatakan mempunyai validitas yang tinggi apabila instrumen tersebut menjalankan fungsi ukurnya, atau memberikan hasil ukur yang sesuai dengan maksud dilakukannya pengukuran tersebut. Sedangkan tes yang memiliki validitas rendah akan menghasilkan data yang tidak relevan dengan tujuan pengukuran.
Terkandung di sini pengertian bahwa ketepatan pada validitas suatu alat ukur tergantung pada kemampuan alat ukur tersebut mencapai tujuan pengukuran yang dikehendaki dengan tepat. Suatu tes yang dimaksudkan untuk mengukur variabel A dan kemudian memberikan hasil pengukuran mengenai variabel A, dikatakan sebagai alat ukur yang memiliki validitas tinggi. Suatu tes yang dimaksudkan mengukur variabel A akan tetapi menghasilkan data mengenai variabel A' atau bahkan B, dikatakan sebagai alat ukur yang memiliki validitas rendah untuk mengukur variabel A dan tinggi validitasnya untuk mengukur variabel A' atau B (Azwar 1986).

b. Koefisien Validitas
Bila skor pada tes diberi lambang x dan skor pada kriterianya mempunyai lambang y maka koefisien antara tes dan kriteria itu adalah rxy inilah yang digunakan untuk menyatakan tinggi-rendahnya validitas suatu alat ukur.
Koefisien validitas pun hanya punya makna apabila apalagi mempunyai harga yang positif. Walaupun semakin tinggi mendekati angka 1 berarti suatu tes semakin valid hasil ukurnya, namun dalam kenyataanya suatu koefisien validitas tidak akan pernah mencapai angka maksimal atau mendekati angka 1. Bahkan suatu koefisien validitas yang tinggi adalah lebih sulit untuk dicapai daripada koefisien reliabilitas. Tidak semua pendekatan dan estimasi terhadap validitas tes akan menghasilkan suatu koefisien. Koefisien validitas diperoleh hanya dari komputasi statistika secara empiris antara skor tes dengan skor kriteria yang besarnya disimbolkan oleh rxy tersebut. Pada pendekatan-pendekatan tertentu tidak dihasilkan suatu koefisien akan tetapi diperoleh indikasi validitas yang lain.
c. Tipe-tipe Umum Pengukuran Validitas
Tipe validitas sebagaimana disajikan sebelumnya, pada umumnya digolongkan dalam tiga kategori, yaitu content validity (validitas isi), construct validity (validitas konstruk), dan criterion-related validity (validitas berdasar kriteria).
1). Validitas Isi
Validitas isi merupakan validitas yang diperhitungkan melalui pengujian terhadap isi alat ukur dengan analisis rasional. Pertanyaan yang dicari jawabannya dalam validasi ini adalah "sejauhmana item-item dalam suatu alat ukur mencakup keseluruhan kawasan isi objek yang hendak diukur oleh alat ukur yang bersangkutan?" atau berhubungan dengan representasi dari keseluruhan kawasan.
Pengertian "mencakup keseluruhan kawasan isi" tidak saja menunjukkan bahwa alat ukur tersebut harus komprehensif isinya akan tetapi harus pula memuat hanya isi yang relevan dan tidak keluar dari batasan tujuan ukur.
Walaupun isi atau kandungannya komprehensif tetapi bila suatu alat ukur mengikutsertakan pula item-item yang tidak relevan dan berkaitan dengan hal-hal di luar tujuan ukurnya, maka validitas alat ukur tersebut tidak dapat dikatakan memenuhi ciri validitas yang sesungguhnya.
2). Validitas Konstruk
Validitas konstruk adalah tipe validitas yang menunjukkan sejauhmana alat ukur mengungkap suatu trait atau konstruk teoritis yang hendak diukurnya (Allen & Yen, dalam Azwar 1986).
Pengujian validitas konstruk merupakan proses yang terus berlanjut sejalan dengan perkembangan konsep mengenai trait yang diukur.

3). Validitas Berdasar Kriteria
Pendekatan validitas berdasar kriteria menghendaki tersedianya kriteria eksternal yang dapat dijadikan dasar pengujian skor alat ukur. Suatu kriteria adalah variabel perilaku yang akan diprediksikan oleh skor alat ukur.
Untuk melihat tingginya validitas berdasar kriteria dilakukan komputasi korelasi antara skor alat ukur dengan skor kriteria. Koefisien ini merupakan koefisien validitas bagi alat ukur yang bersangkutan, yaitu rxy, dimana x melambangkan skor alat ukur dan y melambangkan skor kriteria.

ginjal,batu dan ramuannya

RAMUAN TRADISIONAL UNTUK KENCING BATU

RAMUAN TRADISIONAL UNTUK KENCING BATU


1.POHON TEMPUYUNG DURI  7 GENGGAM
2.RUMPUT BELULANG 5 GENGGAM

HALUSKAN DAN BERI AIR 5 GELAS
REBUS HINGGA AIR MENJADI TIGA GELAS
SARINGLAH DAN BISA DIBERI MADU LALU MINUM 3X SEHARI

JANGAN TAKUT JIKA 2 JAM SETELAH MINUM  AIR KENCING AKAN TERLIHAT KERUS BERKAPUR
ITU MENANDAKAN KELUARNYA KERAK DALAM KANDUNG KEMIH

Senin, 21 Mei 2012

Ginjal, batu dan obatnya

Nyeri pinggang bagian atas, kencing berpasir, atau anyang-anyangan, adalah tanda-tanda adanya gangguan batu ginjal atau kencing batu. Penderitanya bisa jadi harus menjalani operasi. Namun, Ir. Lukas Tersono Adi menawarkan cara alami mengatasi kencing batu tanpa operasi, yakni dengan konsumsi ramuan herbal.
Ir. Lukas Tersono Adi (42) adalah contoh hidup pengguna herbal dalam mengatasi gangguan batu ginjal alias kencing batu 5 tahun Lalu. Katanya, saat gangguan batu ginjal menyerang, ia merasakan pegal dan nyeri di pinggang bagian atas dan sering anyang-anyangan (rasa ingin buang air kecil terus-menerus).


Berdasar pengetahuannya soal tanaman obat, Lukas

mengonsumsi kombinasi ramuan keji beling, kumis kucing, dan meniran. Hanya dalam beberapa bulan setelah secara rutin minum ramuan itu, penyakitnya tak kambuh lagi. Pengalaman serupa dialami Dr. Johnny Sidhajatra S. (68), rekan sesama herbalis dan dokter yang pernah berpraktik di RS Fatmawati, Jakarta Selatan. Menurutnya, saat gangguan kencing batu menyerang, di sekitar penisnya terasa sakit sekali. Pegal dan kolik di   daerah pinggang bagian atas juga tak henti menyerang.
Untunglah, setelah mencoba ramuan keji beling, kumis kucing, dan meniran selama 2 bulan, gangguan kencing batu itu sirna. Tak salah bila Lukas berkeinginan menularkan resep herbal untuk mengatasi gangguan batu batu ginjal kepada sesamanya
Batu ginjal, kata Lukas dapt tumbuh atau terbentuk di ginjal, saluran ginjal, kantong kemih atau saluran kantong kemih. Gejala umum yang sering terjadi pada penderita batu ginjal adalah nyeri pada pinggang bagian atas, anyang-anyangan, air kencing bercampur darah, kencing berpasir, rasa nyeri ketika buang air kecil.
Mengendap Lama
Gangguan batu ginjal terjadi akibat pola makan yang salah."Memasak sayur bayam dicampur wortel, jagung, oyong, mengakibatkan endapan garam yang berlebihan. Semestinya bayam dimasak secara tunggal, tak boleh dipadu dengan sayuran lain karena bisa menimbulkan batu di dalam organ ginjal," papar Lukas.
Jenis batu ginjal terdiri atas batu kalsium, batu oksalat, dan batu asam urat. Terjadinya proses endapan batu di ginjal berlangsung sejak usia 20 tahunan. Namun, gangguan baru akan terasa 10 tahun kemudian.
"Biasanya pasien batu ginjal yang datang ke klinik usianya di atas 40 tahun. Rata-rata mereka sudah berobat ke dokter, dan disarankan untuk operasi. Karena takut operasi, mereka mencari pengobatan afternatif," ungkapnya.
Lukas akan memberikan terapi herbal, panduan terapi jus, dan nasihat pola hidup yang benar. "Awalnya pasien yang datang enggan mengonsumsi ramuan herbal. Sebagian besar berujar terapi herbal terlalu lama proses penyembuhannya. Meski begitu setelah yakin akan manfaat dan khasiatnya, pasien jadi rutin dan tidak putus mengonsumsi ramuan yang saya berikan. Setelah dua kali minum biasanya sudah tidak merasakan sakit, sebagai bagian dari proses penyembuhan. Namun, ramuan harus tetap diminum hingga
kristal yang mengendap di ginjal keluar bersama urin," paparnya.
Rata-Rata 3 Bulan
Berobat pada Lukas, sederhana saja. Anda yang mengalami gejala batu ginjal, cukup berkonsultasi dengannya. Awalnya Lukas akan mengorek keterangan perihal gangguan yang dialami pasien. Selanjutnya, ia mendeteksi derajat keparahan dengan mengetok-ketok pinggang bagian atas dengan tangannya.
Bila terasa sakit, berarti pasien mengalami peradangan di ginjalnya. Pasien pun diminta mengeluarkan air seninya di kapas. "Bila di kapas itu terdapat butiran-butiran kristal, berarti pasien mempunyai endapan di ginjalnya. Endapan itulah yang mengakibatkan gangguan kencing batu," tuturnya.
Selanjutnya, hingga 3 bulan ke depan, Lukas menyarankan pasien untuk mengonsumsi ramuan keji beling, meniran, dan kumis kucing 3 kali sehari. Mengapa ketiga tanaman obat itu? Ketiga tanaman obat itu, menurutnya, sebagai tumbuhan obat yang ampuh mengatasi batu ginjal. Kandungan kimia keji beling adalah alkaloida, saponin, flavonoid, dan poliferol, yang berkhasiat sebagai diuretik atau peluruh air seni.
Kumis kucing mengandung orthosiphon glikosida, zat samak berupa sinensetin, saponin, sapofonin, garam kalium, dan myoinositol. Zat yang dikandung kumis kucing berkhasiat sebagai antiinflamasi dan juga peluruh air seni. Kumis kucing inilah yang bertugas sebagai penggelontor endapan yang ada di ginjal.
Sementara meniran mengandung zat filantin, hipofilantin, kalium, dammar, dan tannin. Zat yang ada di meniran berkhasiat sebagai ekspektoran, antibakteri, dan juga peluruh kencing.
Biasanya, kata pria murah senyum ini, antara 1-3 bulan akan terjadi penggelontoran endapan yang ada di ginjal bersama air seni. Endapan yang keluar berupa butiran-butiran halus mirip pasir atau kasar mirip biji padi.
Bila dalam rentang waktu 3 bulan tak lagi mengalami nyeri pinggang, pasien sudah tidak perlu lagi minum ramuan. Selanjunya ia menawarkan mereka kapsul Ekstrak Sambiloto untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Tersedia Kapsul
Pasien yang berobat kepadanya tak perlu susah-susah merebus atau membuat sendiri ramuan yang diresepkan. Lukas bersama rekannya sesama herbalis, yakni Dr. Johnny dan Dr. Paulus Halim, telah membuat ramuan untuk gangguan batu ginjal dalam bentuk kapsul yang diberi nama Naturenal, harganya Rp 70.000 isi 40 butir. Ramuan untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh namanya Ekstrak Sambiloto, sedangkan Naturic, yang terdiri atas ekstrak daun salam, daun sereh, dan kumis kucing, untuk gangguan asam urat dan rematik.
Bila Anda ingin mencoba sendiri meramu herbal untuk gangguan batu ginJal, resepnya masing-masing 20 gr tempuyung, tapak liman, dan kumis kucing direbus dengan 5 gelas air hingga menjadi 3 gelas. Minum ramuan ini 3 kali sehari, masing-masing 1 gelas.
Lukas juga menganjurkan pasien tetap mengasup makanan berserat dan buah yang bersifat diuretik, yakni semangka, pepaya, apel, wortel, tetapi menghindari sawi. Menurutnya, sawi banyak mengandung oksalat, bahan yang membuat terjadinya endapan di ginjal.
Lukas juga biasa menangani penderita asam urat dan rematik, gangguan pencernaan (lambung, lever, usus, anus), tumor, dan kanker. Biaya konsultasi Rp. 40.000.

Alamat :
Herbacur Center
Sentra Pengobatan Alami
Ruko Sentra Menteng Blok MN-86
Bintaro Sektor 7, Jakarta Selatan
Telp. 021-74861921

Minggu, 20 Mei 2012

Bulan Rajab salah satu bulan suci

Bulan suci adalah Bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram, dan Rajab. Karena Rasulullah shallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
” Sesungguhnya zaman ini berputar sebagaimana keadaannya sejak hari Allah menciptakan langit dan bumi. Di dalam satu tahun ada dua belas bulan dan diantaranya terdapat empat bulan yang mulia (suci), tiga diantaranya berturut-turut: Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram, dan Rajab yang berada di antara bulan Jumada dan Sya’ban” (HR. al-Bukhari, no 2958 dari sahabat Abu Bakrah).
Dan Hadist tersebut sebagai tafsir dari firman Allah Ta’ala:
” Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah menganiaya diri dalam bulan empat itu, dan perangilah musyrikin semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa.” (QS. at-Taubah/9:36)


Ibnu Rajab dalam kitabnya Lathoiful Ma’arif 1999:222 alasan empat bulan tersebut dinamakan bulan suci penjelasannya sebagai berikut:
1. Pernyataan Ali bin Abi Thalhah dari Ibnu Abbas adalah Allah mengkhususkan empat bulan itu untuk mengagungkan kesucianNya, dosa yang dibuat di bulan-bulan itu lebih besar dan amal shaleh yang dibuat di bulan-bulan itu juga amt besar
2.Menurut Ka’ab; Allah memilih zaman, lalu yang paling disukai adalah bulan-bulan suci itu.
3.Hal ini terkait dengan firmanNya, “maka janganlah menganiaya diri dalam bulan yang empat itu”
4.Dinamai bulan suci karena diharamkannya perang di bulan-bulan tersebut.
5.Bulan Dzulhijjah agar nyaman menunaikan ibadah haji dan umroh. disucikan bualn Dzulqa’dah karena bulan perjalannan menuju Mekkah untuk haji. Disucikan bulan Muharram karena untuk perjalan pulang dari menunaikan ibadah haji. Disucikan bulan Rajab karena untuk melaksanakan umrah di tengah-tengah tahun bagi mereka yang dekat dengan Mekkah.
Akan muncul pertanyaan; Apakah bulan Rajab ini memiliki keistimewaan  dan keutamaan tersendiri? dan Apakah ada amalan yang dilakukan oleh setiap muslim pada bulan tersebut?
Menurut Syafi’iyyah; disunnahkan memperbanyak amal shaleh, karena bulan Rajab paling utama di antara bulan-bulan suci.
Sedangkan Ibnu Hajar berkata dalam kitabnya Tabyinu al-”Ajab, hal 21″idak ada satupun hadis shahih tentang keutamaan bulan Rajab, serta mengkhususkan puasa pada hari tertentu di dalamnya, juga tidak Qiyamullail pada malam tertentu, yang bisa dijadikan dalil dalam masalah tersebut.
Dari Anas bi Malik berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila masuk bulan Rajab berdoa: “Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban. Dan sampaikanlah (umur) kami ke bulan Ramadhan” (HR. Ahmad no:2228, Thabrani dan Baihaqi no:3654)
Dengan adanya beberapa pernyataan tersebut maka kita umat Islam harus smart dalam menyikapi Hadis yang dianggap tidak shahih dalam pernyataan tadi cukup kita jadikan sebagai motivator.
Sebagai umat Islam kita wajib beribadah dan beramal shaleh selama kita masih hidup tidak melihat bulan-bulan yang suci itu. Karena semua harus kita kembalikan pada yang Kuasa, kita hanya menjalani apa yang diperintahNya dan menjauhi semua laranganNya.

Amalan dan Dzikir Di Bulan Rajab

Amalan dan Dzikir Di Bulan Rajab
Di bulan Rajab terdapat amalan khusus dan amalan umum. Amalan khusus adalah amalan yang dilakukan pada hari atau malam tertentu di bulan Rajab. Adapun amalan umum adalah amalan yang dilakukan selama di bulan Rajab. Amalannya sebagai berikut:
Pertama: Rasulullah saw juga bersabda: “Bulan Rajab adalah bulan permohonan pengampunan bagi ummatku, maka hendaknya mereka memperbanyak istighfar di dalamnya.” Yakni:

اَسْتَغْفِرُ اللهَ وَاَتُوبُ اِلَيْهِ

Astaghfirullâha wa atûbu ilayh
Aku mohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya
Kedua: Dalam suatu riwayat disebutkan: Bagi yang tidak mampu berpuasa agar memperoleh pahala puasa di bulan Rajab, maka hendaknya setiap hari ia membaca tasbih berikut 100 kali:

سُبْحَانَ اْلاِلَهِ الْجَلِيلِ، سُبْحَانَ مَنْ لاَ يَنْبَغِي التَّسْبِيحُ إِلاَّ لَهُ، سُبْحَانَ اْلأَعَزِّ اْلاَكْرَمِ، سُبْحَانَ مَنْ لَبِسَ الْعِزَّ وَهُوَ لَهُ اَهْلٌ

Subhânal ilâhil jalîl, subhâna Man lâ yanbaghit tasbîhu illâ lahu, subhânal a’azzil akram, subhâna Man labisal ‘izzi wa huwa lahu ahlun.
Mahasuci Tuhan Yang Maha Agung, Mahasuci yang tak layak bertasbih kecuali kepada-Nya, Mahasuci Yang Maha Agung dan Maha Mulia, Mahasuci Yang Menyandang keagungan dan hanya Dia yang layak memilikinya.
Ketiga: Membaca:

يَا ذَا الْجَلالِ وَاْلاِكْرَامِ، يَا ذَا النَّعْمَاءِ وَالْجُودِ، يَا ذَا الْمَنِّ وَالطَّوْلِ، حَرِّمْ شَيْبَتِي عَلَى النَّارِ

Yâ Dzal jalâli wal-ikrâm, yâ Dzan na’mâi wal-jûd, yâ Dzal manni wath-thawl, harrim syaibatî `alan nâri.
Wahai Yang Maha Agung dan Maha Mulia, wahai Pemilik kenikmatan dan kedermawanan, wahai Pemilik anugerah dan karunia, selamatkan putihnya rambutku dari api neraka.
Keempat: Rasululah saw bersabda: “Barangsiapa yang membaca di bulan Rajab Istighfar berikut sebanyak 100 kali dan mengakhirnya dengan bersedekah, Allah akan mengakhirinya dengan rahmat dan maghfirah. Barangsiapa yang membacanya 400 kali, Allah memcatat baginya pahala 100 syuhada’:

اَسْتَغْفِرُ اللهَ لا اِلهَ إِلاّ هُوَ وَحْدَهُ لا شَريكَ لَهُ وَاَتُوبُ اِلَيْهِ

Astaghfirullâha lâilaha illa Huwa wahdahu lâ syarîkalah, wa atûbu ilayh.
Aku memohon ampun kepada Allah, tiada Tuhan kecuali Dia Yang Maha Esa, Yang tiada sekutu bagi-Nya, aku bertaubat kepada-Nya.”
Kelima: Membaca Lailâha illallâh (1000 kali).
Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang membaca di bulan Rajab Lâilâha illallâh sebanyak seribu kali , Allah mencatat baginya seratus ribu kebaikan dan membangunkan baginya seratus kota di surga.”
Keenam: membaca Astaghfirullâh wa atûbu ilayh, pagi dan sore sebanyak (70 kali), dan diakhiri dengan membaca doa:

اَللّهُمَّ اغْفِرْ لي وَتُبْ عَلَيَّ

Allâhummaghfirlî wa tub `alayya
Ya Allah, ampuni aku dan bukakan pintu taubat bagiku.
Dalam suatu hadis dikatakan: Barangsiapa yang membaca Istighfar pagi dan sore sebanyak 70 kali dan kemudian diakhiri dengan doa tersebut dengan mengangkat tangannya, jika ia mati di bulan Rajab matinya diridhai oleh Allah dan tidak disentuh oleh api neraka karena berkah bulan Rajab.
Ketujuh: membaca istighfar berikut sebanyak seribu kali agar diampuni dosanya oleh Allah Yang Maha Penyayang:

اَسْتَغْفِرُ اللهَ ذَا الْجَلالِ وَالاِْكْرامِ مِنْ جَميعِ الذُّنُوبِ وَالاثامِ

Astaghfirullâha Dzal jalâli wal-ikrâm min jamî`idz dzunûbi wal-âtsâm
Aku mohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung dan Maha Mulia dari semua dosa dan kesalahan.
Kedelapan: membaca Surat Al-Ikhlash sebelas ribu kali atau seribu kali atau seratus kali.
Dalam suatu riwayat dikatakan: “Barangsiapa yang membaca Surat Al-Ikhlash seratus kali pada hari Jum’at bulan Rajab, ia akan memperoleh cahaya yang mengantarkan ke surga.”
Kesembilan: Dalam suatu hadis disebutan: “Barangsiapa yang berpuasa sehari di bulan Rajab, dan melakukan shalat sunnah empat rakaat (2 kali salam). Rakaat pertama setelah Fatihah membaca ayat Kursi seratus kali, dan rakaat kedua setelah Fatihah membaca Surat Al-Ikhlash dua ratus kali, maka saat matinya ia akan menyaksikan tempatnya di surga atau diperlihatkan kepadanya.”
Kesepuluh: Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang melakukan shalat sunnah empat rakaat (2 kali salam) pada hari Jum’at di bulan Rajab antara shalat Zuhur dan Ashar; setiap rakaat setelah Fatihah membaca ayat Kursi tujuh kali dan Surat Al-Ikhlash, kemudian sesudah salam membaca Astaghfirullâhalladzî lâilâha illâ Huwa wa as-aluhut tawbah (10 kali), Allah mencatat baginya dari hari itu (hari ia melakukan shalat) sampai hari kematiannya setiap hari seribu kebaikan; memberinya untuk setiap ayat yang ia baca satu kota di surga dari yaqut merah; untuk setiap hurufnya satu istana di surga dari mutiara; diberinya pasangan bidadari dan diridhai tanpa sedikitpun murka; dan Allah mencatatnya sebagai orang-orang ahli ibadah, dan mengakhiri hidupnya dengan kebahagiaan dan pengampunan yang terbaik.”
Kesebelas: Puasa tiga hari: hari kamis, Jum’at dan Sabtu.
Dalam suatu hadis disebutkan: “Barangsiapa yang berpuasa pada Kamis, Jum’at dan Sabtu di bulan-bulan yang mulia, Allah mencatat baginya ibadah sembilan ratus tahun.”
Kedua belas: Shalat enam puluh rakaat selama bulan Rajab; setiap malam dua rakaat, setiap rakaat setelah Fatihah membaca Surat Al-Kafirun (3 kali) dan Surat Al-Ikhlash (sekali). Sesudah salam membaca doa berikut sambil mengangkat tangan:

لا اِلهَ إلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لا شَريكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، يُحْيي وَيُميتُ، وَهُوَ حَيٌّ لا يَمُوتُ، بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلى كُلِّ شَيْيء قَديرٌ، وَاِلَيْهِ الْمَصيرُ، وَلا حَوْلَ وَلا قُوَّةَ إِلاّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظيمِ، اَللّهُمَّ صَلِّ عَلى مُحَمَّد النَّبِيِّ الاُْمِّيِّ وَآلِهِ

Lâilaha illallâhu wahdahu lâ syarîkalah, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyî wa yumît, wa Huwa hayyun lâ yamût, biyadihil khayr wa Huwa ‘alâ kulli syay-in qadîr, wa ilayhil mashîr, walâ hawla wala quwwata illâ billahil `aliyyil `azhîm. Allahumma shalli `alâ Muhammadin an-nabiyyil ummi wa âlihi.
Tiada Tuhan kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kekuasaan dan pujian. Dialah Yang Menghidupkan dan mematikan. Dia Yang Hidup dan tidak mati, di tangan-Nya segala kebaikan, Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, kepada-Nya kembali segalanya, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah Yang Tinggi dan Maha Agung. Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad Nabi yang ummi dan keluarganya.
Diriwayatkan dari Nabi saw bahwa orang yang melakukan amalan tersebut Allah mengijabah doanya dan memberinya enam puluh pahala haji dan umrah.
Ketiga belas: Rasulullah saw bersabda: “orang yang membaca Surat Al-Ikhlash (100 kali) dalam shalat sunnah dua rakaat di malam bulan Rajab, nilainya sama dengan berpuasa seratus tahun di jalan Allah, dan memberinya seratus istana di surga, setiap istana bertetangga dengan para Nabi (as).”
Keempat belas: Imam Ali bin Abi Thalib (as) berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang membaca setiap hari dan malam di bulan Rajab, Sya’ban dan Ramadhan Surat Al-Fatihah, ayat Kursi, Surat Al-Kafirun, Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Nas masing-masing (3 kali), kemudian membaca masing-masing (3 kali):

سُبْحانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ وَلا اِلهَ إلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ، وَلا حَوْلَ وَلا قُوَّةَ إِلاّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظيمِ

Subhânallâhi wal-hamdulillâhi, wa lâilâha illallâh wallâhu akbar, walâ hawla walâ quwwata illâ billâhil `aliyyil `azhîm.
Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan kecuali Allah, Allah Maha Besar, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung

اَللّـهُمَّ صَلِّ عَلى مُحَمَّد وَآلِ مُحَمَّد

Allâhumma shalli `alâ Muhammadin waâli Muhammad
Sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad

اَللّـهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤمِنينَ وَالْمُؤمِناتِ

Allâhummaghfir lil-mu’minîna wal-mu’minât
Ya Allah, ampuni kaum mukminin dan mukminat
Kemudian membaca istighfar berikut (400 kali):

اَسْتَغْفِرُ اللهَ وَاَتُوبُ اِلَيْهِ

Astaghfirullâha wa atûbu ilayh
Aku mohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya,
maka Allah swt akan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya walaupun sebanyak tetesan hujan, daun-daun pepohonan, dan buih di lautan.”