Selasa, 13 Juli 2010

Bulan Sya’ban : Latihan Puasa utk Ramadhan menurut Panutan Nabi SAW

(Bulan Sya'ban  Oleh DR. Amir Faishol Fath)
"Formulasi yang dibuktikan dengan tindakan dari manusia terkasih Muhammad SAW   dan berlaku universal sampai saat ini dan ribuan tahun kedepan" - Arief Suryadi



Bulan Sya’ban secara urutan bulan hijriah jatuh

sebelum bulan Ramadhan. Dalam riwayat Imam Bukhari, Aisyah ra.

menceritakan, bahwa Rasulullah saw. selalu memperbanyak puasa di bulan

Sya’ban? Bahkan dalam riwayat lain dikatakan bahwa tidak ada bulan

melebihi bulan Sya’ban di dalamnya Rasulullah saw. berpuasa. Dalam

hadits lain disebutkan bahwa Nabi saw. berpuasa mayoritas hari-hari

bulan Sya’ban. Mengapa?



Ada beberapa rahasia di antaranya:



Pertama, puasa adalah kebutuhan fitrah manusia. Karena itu Allah

mewajibkan hamba-hamba- Nya berpuasa. Dalam surah Al Baqarah 183 Allah

swt. menyebutkan bahwa puasa tidak hanya diwajibkan kepada umat

manusia tertentu tetapi juga kepada umat manusia terdahulu. Ini

menunjukkan bahwa puasa merupakan ibadah yang tidak bisa tidak harus

dilakukan. Ilmu kedokteran modern membuktikan bahwa dengan puasa

pencernaan seseorang akan istirahat dari rasa lelah yang sekian lama

terus menerus digunakan untuk mengolah makanan. Maka semakin sering

seseorang berpuasa ia akan semakin sehat. Sebab kemungkinan timbulnya

penyakit yang seringkali disebabkan oleh makanan akan tercegah secara

otomatis ketika ia berpuasa.



Kedua, bulan Ramadhan adalah bulan diwajibkannya puasa bagi

orang-orang beriman. Jadi pengertian ayat: kutiba alaikumush shiyaam

itu maksudnya untuk bulan Ramadhan. Karena itu dalam sebuah hadits

Nabi menegaskan bahwa di bulan Ramadhan diwajibkan atas orang-orang

beriman berpuasa. Adalah suatu persiapan yang sangat strategis ketika

Rasulullah selalu memperbanyak puasa di bulan Sya’ban. Ibarat sebuah

turnamen, bulan Ramadhan adalah ajang perlombaan beramal saleh,

cerminan ayat: “fastabiqul khairaat (berlomba-lombalah dalam

kebaikan)” Al Baqarah:148. Karena itu sebelum masuk Ramadhan hendaklah

melakukan persiapan-persiapan terlebih dahulu dengan memperbanyak

puasa di bulan Sya’ban. Kita semua tahu bahwa para peserta turnamen

pasti melakukan persiapan sebulan dua bulan sebelumnya. Itulah rahasia

mengapa Rasulullah saw. memperbanyak puasa di bulan Sya’ban. Agar

tidak loyo selama bulan Ramadhan. Agar lebih maksimal melaksanakan

ibadah-ibadah Ramadhan yang semuanya saling melengkapi untuk

mengantarkan kepada ketakwaan.



Ketiga, ibadah puasa adalah ibadah menahan nafsu. Suatu perjuangan

yang senantiasa harus dilakukan oleh orang-orang beriman. Dalam surah

An Nazi’at:40 Allah swt. menjelaskan bahwa jalan ke surga adalah

dengan upaya terus-menerus membangun rasa takut kepada Allah dan

menahan nafsu. Mengapa? Sebab Setan berkerja terus menerus, siang dan

malam untuk menjerumuskan manusia ke dalam dosa-dosa. Kerja keras

setan ini tidak bisa tidak menuntut kita untuk bekerja keras juga guna

mengimbanginya. Orang yang beriman kepada Allah dan hari Kiamat, tentu

akan selalu waspada dari godaan setan. Caranya dengan banyak berpuasa.

Semakin sering berpuasa, semakin sempit jalan-jalan setan untuk

menggoda. Sebab dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa setan seringkali

masuk melalui makanan. Maka semakin banyak makan, semakin mudah digoda

setan. Karenanya orang yang kekenyangan akan selalu malas beribadah.



Keempat, Rasulullah saw. adalah contoh pribadi berakhlak mulia. Allah

berfirman: “Wainnaka la’alaa khuluqin adhiim (Dan sesungguhnya kamu

(Muhammad) benar-benar mempunyai akhlaq yang agung)” Al Qalam:4. Maka

setiap yang dicontohkan Rasulullah saw. pasti baik untuk kemanusiaan

di dunia maupun di akhirat. Tidak ada perbuatan yang dilakukan

Rasulullah saw. kecuali membawa manfaat bagi kehiduapan manusia jika

diikuti. Dan bila kita teliti secara seksama, menejemen modern yang

mengantarkan munculnya negara-negara maju dan perusahaan-perusaha an

bisnis kelas dunia, di dalamnya akan kita temukan nilai-nilai

universal yang pada dasarnya itu adalah bagian dari ajaran Islam yang

dibawa Rasulullah saw. Maka dengan memperbanyak puasa di bulan

Sya’ban, itu sungguh sangat baik dan bermanfaat, tidak saja di dunia

tetapi juga di akhirat.



Kelima, adapun mengenai amalan di pertengahan bulan Sya’ban (nisfu

Sya’ban), sekalipun ada sebagian hadits yang dianggap hasan oleh para

ulama hadits, tetapi terpenting sebenarnya adalah memperbanyak puasa

selama bulan Sya’ban, bukan mengkhususkannya pada pertengahan saja.



Imam An Nasa’i meriwayatkan sebuah hadits dari Usamah bin Zaid tentang

rahasia memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, Nabi bersabda: “Bulan

Sya’ban adalah bulan yang sering dilalaikan oleh banyak orang, karena

itu terjepit antara Rajab dan Ramadhan. Padahal ia adalah bulan di

angkatnya amal manusia, maka aku suka ketika amalku diangkat aku

sedang berpuasa.” Wallahu a’lam bish shawab

Tidak ada komentar: